<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>untukmu wahai para muslimah...</title>
	<atom:link href="http://ukhtiyannah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ukhtiyannah.wordpress.com</link>
	<description>karena kita calon penghuni surga</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Mar 2010 10:47:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ukhtiyannah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>untukmu wahai para muslimah...</title>
		<link>http://ukhtiyannah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ukhtiyannah.wordpress.com/osd.xml" title="untukmu wahai para muslimah..." />
	<atom:link rel='hub' href='http://ukhtiyannah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>AKU MENGAKU, AKU BERZINA</title>
		<link>http://ukhtiyannah.wordpress.com/2010/03/01/aku-mengaku-aku-berzina/</link>
		<comments>http://ukhtiyannah.wordpress.com/2010/03/01/aku-mengaku-aku-berzina/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 10:47:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yannah Falihah Salsabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukhtiyannah.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Ya Rabb, Inilah pengakuanku. Aku berzina, terang-terangan dalam penglihatan-MU&#8230;. Rabb…. Dadaku dag-dig-dug. Tangan dan tubuhku gemetar. Menantikan peradilan di hadapan-NYA. Akhirnya malaikat itu datang. MEmbawa catatan amalanku di dunia. Dibukanya layar&#8230;. Ditampilkan seluruh aktivitas duniaku. Apa yang terlihat, sungguh membuatku menyesal&#8230;. Ya Rabb, kenapa mulutku tidak bisa bicara? &#8220;Aku dulu selalu melihat wajah tampan lelaki [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiyannah.wordpress.com&amp;blog=4936304&amp;post=20&amp;subd=ukhtiyannah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ya Rabb,<br />
Inilah pengakuanku. Aku berzina, terang-terangan dalam  penglihatan-MU&#8230;.</p>
<p>Rabb….<br />
Dadaku dag-dig-dug. Tangan dan tubuhku gemetar. Menantikan peradilan di  hadapan-NYA.<br />
Akhirnya malaikat itu datang. MEmbawa catatan amalanku di dunia.<br />
Dibukanya layar&#8230;.<br />
Ditampilkan seluruh aktivitas duniaku. Apa yang terlihat, sungguh  membuatku menyesal&#8230;.<span id="more-20"></span></p>
<p>Ya Rabb, kenapa mulutku tidak bisa bicara?</p>
<p>&#8220;Aku dulu selalu melihat wajah tampan lelaki bukan muhrim!&#8221; Kudengar  mata berbicara lantang.<br />
Lalu terlihat di layar, aku sedang melototi wajah-wajah tampan teman  chatting, teman facebook, dan semua teman lelakiku.<br />
Malunya aku, Rabb&#8230;</p>
<p>&#8220;Aku dulu selalu mendengarkan kalimat mesra dari seorang lelaki yang  haram bagiku!&#8221;<br />
Kali ini telingaku bicara.<br />
Ya, semasa di dunia aku hanya sibuk bertelepon ria dengan pacarku.<br />
Dia memanggilku &#8216;sayang&#8217;, akupun demikian&#8230;<br />
Dia bilang &#8220;I love you&#8221;&#8230;</p>
<p>Rabb&#8230;<br />
Kenapa semua aktivitasku penuh maksiat?<br />
Kenapa kegiatanku hanya berpacaran?<br />
Kenapa hari-hariku hanya disibukkan dengan nafsu syahwat semata?</p>
<p>Layar itu masih menampilkan rekaman kegiatan harianku.<br />
Yang paling sering muncul adalah wajah seorang lelaki, yang sampai  sekarang belum pernah kutemui. Bahkan sampai ajalku menjemput, aku  sedang menelepon dia dan sayang-sayangan dengannya.</p>
<p>Lelaki itu..wajahnya sungguh menarik hatiku. Dialah salah satu teman  facebook, situs jejaring sosial yang pada waktu ajal akan menjemputku,  situs itu yang paling terkenal dan marak digunakan&#8230;<br />
Komunikasi di facebook, berlanjut ke sms, lalu telepon. Sekadar  mengingatkan untuk sarapan dan makan siang. Setelah itu, semakin intens  hubungan kami. Tengah malam selalu menjadi waktu paling menyenangkan  bagi kami. &#8220;Sayang, aku mencintaimu&#8230;&#8221;</p>
<p>Ya Rabb..<br />
Sia-siakah hariku? Tiap detik aku menghabiskan waktuku hanya untuk  menghubungi dia. Tiap menit aku hanya memikirkannya. Bahkan pada waktu  menghadap-MU&#8230;aku tak tersentuh oleh ayat-ayat-MU&#8230;.<br />
Apalah lagi qiyamullail, Rabb. Untuk sekadar bangun subuh saja aku  sulit.</p>
<p>Rabbi…<br />
Malam itu dia meneleponku. Malam kematianku. Seperti biasa, dia  menanyakan kabarku, bertanya tentang kuliahku, bertanya tentang  keluargaku. Dan hal yang selalu kami lakukan&#8230;ia memanggilku &#8216;sayang&#8217;  dan akupun demikian&#8230;.<br />
Aku sungguh menaruh hati padanya. Aku pun mencintai dia, seorang lelaki  yang belum pernah aku temui.</p>
<p>Rabbi&#8230;<br />
Aku mengaku salah.<br />
Aku pacaran dengannya, walaupun kami tak pernah bertemu.<br />
Aku berzina!<br />
Lidahku berzina mengucap sayang padanya tanpa didasari ikatan  pernikahan.<br />
Telingaku berzina mendengarkan pujian sayang dan kalimat mesranya  padaku.<br />
Mataku berzina melihat foto-fotonya.<br />
Hatiku berzina karena selalu merindukannya.</p>
<p>Rabbi&#8230;<br />
Aku sudah menghadap-MU, dalam su&#8217;ul khatimah. Kumohon, sadarkan lelaki  itu ya Allah. Jangan biarkan ia mati dalam keadaan seperti itu. Sadarkan  ia ya Rabb&#8230;</p>
<p>Facebook, semuanya bermula.<br />
Rabb, aku berzina.<br />
Seberapapun kecilnya, aku sudah berzina.<br />
Mataku, telingaku, lidahku, hatiku&#8230;..</p>
<p>Menetes air mata ini.<br />
Andai aku bisa kembali ke dunia lagi&#8230;. (yan)</p>
<p>&#8212;-semoga kisah di atas bisa menjadi inspirasi dan renungan bersama&#8212;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukhtiyannah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukhtiyannah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukhtiyannah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukhtiyannah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ukhtiyannah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ukhtiyannah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ukhtiyannah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ukhtiyannah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukhtiyannah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukhtiyannah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukhtiyannah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukhtiyannah.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukhtiyannah.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukhtiyannah.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiyannah.wordpress.com&amp;blog=4936304&amp;post=20&amp;subd=ukhtiyannah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukhtiyannah.wordpress.com/2010/03/01/aku-mengaku-aku-berzina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e2a265d17c3569f1e1579f93f0f3f3e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Zahra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Persembahan Cintaku</title>
		<link>http://ukhtiyannah.wordpress.com/2009/04/15/persembahan-cintaku/</link>
		<comments>http://ukhtiyannah.wordpress.com/2009/04/15/persembahan-cintaku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 05:38:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yannah Falihah Salsabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukhtiyannah.wordpress.com/2009/04/15/persembahan-cintaku/</guid>
		<description><![CDATA[Gurat senyum yang tulus setiap hari semakin membuatku merasa bersalah. Dia yang bekerja siang malam tanpa kenal lelah. Dia yang membanting tulang seharian demi sekolah putra-putrinya. Dia yang tak putus asa mencari penghasilan di antara getirnya hidup. Dia yang tidak malu berpakaian lusuh, demi menyaksikan anak-anaknya tampil menawan. Dia yang menahan tangisnya demi melihat kami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiyannah.wordpress.com&amp;blog=4936304&amp;post=19&amp;subd=ukhtiyannah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gurat senyum yang tulus setiap hari semakin membuatku merasa bersalah. Dia yang bekerja siang malam tanpa kenal lelah. Dia yang membanting tulang seharian demi sekolah putra-putrinya. Dia yang tak putus asa mencari penghasilan di antara getirnya hidup. Dia yang tidak malu berpakaian lusuh, demi menyaksikan anak-anaknya tampil menawan. Dia yang menahan tangisnya demi melihat kami semua tersenyum. Dia yang sering mendapat celaan, hanya karena pendidikannya yang tidak tinggi. Dia yang hanya bergelar seorang buruh. Dia yang sangat berterima kasih kepadaku hanya karena aku membuatkan kopi untuknya.<br />
Sekarang dia pun sedang melaksanakan tugasnya sebagai kepala rumah tangga. Dengan penghasilan yang tidak seberapa. Dengan tangannya yang kasar dan selalu berkeringat. Terbayangkan betapa pahit hari-harinya diterpa sinar matahari secara langsung. Tapi selalu, dia bisa tersenyum dan menyanjungku hanya karena aku berpredikat Juara I di kelas. Dan hanya itu yang bisa kuberikan.<br />
Pernah dia berhujan-hujan kedinginan demi mencari obat untukku. Padahal aku pun sangat tahu bahwa dia begtiu kecapekan. Pernah aku melihatnya tidak tidur semalaman demi memikirkan masalahku. Dan senyumnya kembali mengembang tatkala kukabari bahwa aku memperoleh nilai A dalam ujian.<br />
Itulah ayahku. Hanya tamatan SD. Tapi penghargaanku kepadanya bahkan akan melebihi Presiden sekalipun. Dia yang mencintaiku dengan segala jerih payah dan kelebihannya yang segalanya tampak biasa. Dia yang akan aku junjung kehormatannya di dunia dan akhirat kelak. Karena dia yang mengorbankan dirinya untukku. Karena aku sangat mencintainya dengan kekurangan dan keterbatasanku.<br />
Satu yang selalu dikatakannya. “Nduk, jangan pernah kamu melakukan sesuatu yang merugikan diri sendiri, masyarakat, dan agamamu.”<br />
Sampai kapanpun, aku ingat Ayah.<br />
Ini cintaku…hanya buatmu.<br />
Yang memang tak sepadan dengan perjuangan dan pengorbananmu.<br />
Kelak, akan aku letakkan mahkota cahaya untukmu dan mama di hari kiamat. Dengan penuh perjuangan, aku akan menghafalkan Al Qur’an demimu. Sebab meskipun engkau tidak bisa membaca Al Qur’an, tapi engkau telah berikan pengajaran yang baik kepadaku. Dan aku tidak rela bila engkau harus masuk neraka…</p>
<p>“Barangsiapa yang menghafalkan Al Qur’an, mempelajari, dan menerapkan isinya, maka pada hari kiamat ia diperkenankan memberikan mahkota cahaya kepada kedua orang tuanya. Sinarnya laksana matahari.” (Hadits Riwayat Ahmad)</p>
<p>Bila di dunia aku tidak bisa berbakti kepadamu, maka izinkan aku berbakti kepadamu di hari kiamat dengan cara meletakkan mahkota di atas kepalamu. Sehingga malaikat pun akan tersenyum dan ikut mendoakanmu. Izinkan aku meninggikan derajatmu Ayah.<br />
Itulah tekadku. Persembahan cinta untukmu. (yan)<br />
<img src="http://ukhtiyannah.files.wordpress.com/2009/04/bpk-ngukir1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="bpk-ngukir1" title="bpk-ngukir1" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-18" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukhtiyannah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukhtiyannah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukhtiyannah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukhtiyannah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ukhtiyannah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ukhtiyannah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ukhtiyannah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ukhtiyannah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukhtiyannah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukhtiyannah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukhtiyannah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukhtiyannah.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukhtiyannah.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukhtiyannah.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiyannah.wordpress.com&amp;blog=4936304&amp;post=19&amp;subd=ukhtiyannah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukhtiyannah.wordpress.com/2009/04/15/persembahan-cintaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e2a265d17c3569f1e1579f93f0f3f3e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Zahra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ukhtiyannah.files.wordpress.com/2009/04/bpk-ngukir1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bpk-ngukir1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tomboy: dia laki-laki atau perempuan?</title>
		<link>http://ukhtiyannah.wordpress.com/2008/09/22/tomboy-dia-laki-laki-atau-perempuan/</link>
		<comments>http://ukhtiyannah.wordpress.com/2008/09/22/tomboy-dia-laki-laki-atau-perempuan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 07:45:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yannah Falihah Salsabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[akhlaq muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[tomboy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukhtiyannah.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[muslimah.or.id Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menciptakan kaum lelaki dan kaum wanita sebagai dua jenis kelamin yang berbeda. Allah Ta’ala juga telah menetapkan dan menakdirkan bahwa laki-laki tidak sama dengan wanita baik dalam bentuk fisik, kondisi dan penampilannya. Sifat lemah lembut dan cenderung suka berhias merupakan salah satu sifat yang membedakan wanita dengan kaum lelaki. Namun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiyannah.wordpress.com&amp;blog=4936304&amp;post=11&amp;subd=ukhtiyannah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ukhtiyannah.files.wordpress.com/2008/09/muslim_jerman51.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-13" title="muslim_jerman51" src="http://ukhtiyannah.files.wordpress.com/2008/09/muslim_jerman51.jpg?w=150&#038;h=180" alt="" width="150" height="180" /></a><strong>muslimah.or.id </strong> Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menciptakan kaum lelaki dan kaum wanita sebagai dua jenis kelamin yang berbeda. Allah Ta’ala juga telah menetapkan dan menakdirkan bahwa laki-laki tidak sama dengan wanita baik dalam bentuk fisik, kondisi dan penampilannya. Sifat lemah lembut dan cenderung suka berhias merupakan salah satu sifat yang membedakan wanita dengan kaum lelaki. Namun bagaimana kenyataan yang terjadi di jaman ini yang disebut-sebut sebagai zaman modern? Saat ini dengan mudah akan kita jumpai kaum wanita serupa dengan kaum laki-laki dalam hal berpakaian, gerakan, suara dan dalam semua hal yang merupakan fitrah bagi laki-laki. Demikian pula sebaliknya, banyak kaum laki-laki yang menyerupai wanita. Kaum laki-laki tidak mau kalah untuk ikut berdandan sebagaimana dandanan kaum wanita. Lalu bagaimana hukum Islam terhadap hal ini?</p>
<p>Ibnu ‘Abbas <em>radhiallahu ‘anhu</em> berkata, <em>“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat para laki-laki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai laki-laki.”</em> (HR. Bukhari)</p>
<p><span id="more-11"></span></p>
<p>Wahai wanita muslimah, apakah kita menutup telinga dari sabda Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> tersebut? Sesungguhnya menyerupai laki-laki demikian juga laki-laki yang menyerupai wanita merupakan dosa besar dikarenakan ancaman laknat yang disampaikan oleh Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>.<br />
Sebagian wanita ada yang melakukan beberapa perkara yang merupakan sifat khusus laki-laki, seperti berbicara dengan suara laki-laki (dengan dibuat-buat) atau semacamnya dengan maksud membuat orang lain tertawa atau untuk menakut-nakuti. Jika ia telah mengetahui keharaman menyerupai laki-laki namun ia tetap melakukannya, niscaya ia masuk ke dalam perkara yang dilaknat oleh Rasulullah. Apabila ia berbicara dengan suara laki-laki untuk menakut-nakuti mereka, maka ia berdosa dengan dosa yang lebih besar daripada jika ia hanya ingin membuat mereka tertawa. Yang demikian itu karena ia telah melakukan dua larangan yaitu menyerupai laki-laki dan menakut-nakuti orang. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> telah bersabda, <em>“Tidak halal bagi seorang muslim untuk menakut-nakuti muslim yang lain.”</em> (HR. Abu Dawud)</p>
<p>Ath-Thabari berkata di dalam Al-Fath, yang maknanya, “Tidak boleh bagi laki-laki untuk menyerupai wanita dalam pakaian dan perhiasan yang khusus untuk wanita, demikian juga sebaliknya.”</p>
<p>Al-Hafizh berkata: “Demikian juga dalam berbicara dan berjalan, adapun dalam  berpakaian, maka hal itu berbeda-beda sesuai dengan adat dari masing-masing negeri, karena mungkin ada kaum yang tidak membedakan antara pakaian wanita dengan pakaian laki-laki. Akan tetapi wanita dibedakan dengan adanya hijab dan cadar. Adapun celaan menyerupai dalam hal berbicara dan berjalan, maka itu khusus pada orang yang melakukannya dengan sengaja. Sedangkan orang yang memang sudah pembawaannya begitu, maka ia diperintahkan memaksakan diri untuk meninggalkannya dan membiasakan terus menerus hal itu (perilaku yang sesuai jenis kelaminnya –ed.) secara bertahap. Jika seseorang tidak meninggalkan hal ini serta terus-menerus melakukannya, maka ia terkena celaan tersebut. Apalagi jika nampak darinya sesuatu yang menunjukkan bahwa ia ridha dengan hal tersebut sehingga menjadi jelas, bahwa ia termasuk dalam golongan orang-orang yang ber-tasyabuh atau menyerupai sesuatu (yaitu menyerupai lawan jenisnya -ed).” Sesungguhnya selalu terdapat hikmah dalam setiap larangan Allah baik yang kita ketahui ataupun yang tersembunyi. Allah ‘Azza wa Jalla telah menciptakan makhluk-Nya dengan ciptaan yang paling sempurna serta disertai dengan sifat yang terbaik sesuai keadaannya. Semoga kita termasuk kaum yang berpikir. <em>Allahu a’lam.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukhtiyannah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukhtiyannah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukhtiyannah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukhtiyannah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ukhtiyannah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ukhtiyannah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ukhtiyannah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ukhtiyannah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukhtiyannah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukhtiyannah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukhtiyannah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukhtiyannah.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukhtiyannah.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukhtiyannah.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiyannah.wordpress.com&amp;blog=4936304&amp;post=11&amp;subd=ukhtiyannah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukhtiyannah.wordpress.com/2008/09/22/tomboy-dia-laki-laki-atau-perempuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e2a265d17c3569f1e1579f93f0f3f3e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Zahra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ukhtiyannah.files.wordpress.com/2008/09/muslim_jerman51.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">muslim_jerman51</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>mahar paling indah</title>
		<link>http://ukhtiyannah.wordpress.com/2008/09/22/mahar-paling-indah/</link>
		<comments>http://ukhtiyannah.wordpress.com/2008/09/22/mahar-paling-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 07:31:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yannah Falihah Salsabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[mahar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukhtiyannah.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Sejarah telah berbicara tentang berbagai kisah yang bisa kita jadikan pelajaran dalam menapaki kehidupan. Sejarah pun mencatat perjalanan hidup para wanita muslimah yang teguh dan setia di atas keislamannya. Mereka adalah wanita yang kisahnya terukir di hati orang-orang beriman yang keterikatan hati mereka kepada Islam lebih kuat daripada keterikatan hatinya terhadap kenikmatan dunia. Salah satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiyannah.wordpress.com&amp;blog=4936304&amp;post=8&amp;subd=ukhtiyannah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejarah telah berbicara tentang berbagai kisah yang bisa kita jadikan pelajaran dalam menapaki kehidupan. Sejarah pun mencatat perjalanan hidup para wanita muslimah yang teguh dan setia di atas keislamannya. Mereka adalah wanita yang kisahnya terukir di hati orang-orang beriman yang keterikatan hati mereka kepada Islam lebih kuat daripada keterikatan hatinya terhadap kenikmatan dunia. Salah satu diantara mereka adalah Rumaisha’ Ummu Sulaim binti Malhan bin Khalid bin Zaid bin Haram bin Jundub bin Amir bin Ghanam bin Adi bin Najar Al-Anshariyah Al-Khazrajiyah. Beliau dikenal dengan nama Ummu Sulaim.</p>
<p><span id="more-8"></span></p>
<p><strong>Siapakah Ummu Sulaim ?</strong></p>
<p>Ummu Sulaim adalah ibunda Anas bin Malik <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, salah seorang sahabat Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> yang terkenal keilmuannya dalam masalah agama. Selain itu, Ummu Sulaim adalah salah seorang wanita muslimah yang dikabarkan masuk surga oleh Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Beliau termasuk golongan pertama yang masuk Islam dari kalangan Anshar yang telah teruji keimanannya dan konsistensinya di dalam Islam. Kemarahan suaminya yang masih kafir tidak menjadikannya gentar dalam mempertahankan aqidahnya. Keteguhannya di atas kebenaran menghasilkan kepergian suaminya dari sisinya. Namun, kesendiriannya mempertahankan keimanan bersama seorang putranya justru berbuah kesabaran sehingga keduanya menjadi bahan pembicaraan orang yang takjub dan bangga dengan ketabahannya.</p>
<p><strong>Dan, apakah kalian tahu wahai saudariku???</strong></p>
<p>Kesabaran dan ketabahan Ummu Sulaim telah menyemikan perasaan cinta di hati Abu Thalhah yang saat itu masih kafir. Abu Thalhah memberanikan diri untuk melamar beliau dengan tawaran mahar yang tinggi. Namun, Ummu Sulaim menyatakan ketidaktertarikannya terhadap gemerlapnya pesona dunia yang ditawarkan kehadapannya. Di dalam sebuah riwayat yang sanadnya shahih dan memiliki banyak jalan, terdapat pernyataan beliau bahwa ketika itu beliau berkata, <em>“Demi Allah, orang seperti anda tidak layak untuk ditolak, hanya saja engkau adalah orang kafir, sedangkan aku adalah seorang muslimah sehingga tidak halal untuk menikah denganmu. Jika kamu mau masuk Islam maka itulah mahar bagiku dan aku tidak meminta selain dari itu.”</em> (HR. An-Nasa’i VI/114, Al Ishabah VIII/243 dan Al-Hilyah II/59 dan 60). Akhirnya menikahlah Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah dengan mahar yang teramat mulia, yaitu Islam.</p>
<p>Kisah ini menjadi pelajaran bahwa mahar sebagai pemberian yang diberikan kepada istri berupa harta atau selainnya dengan sebab pernikahan tidak selalu identik dengan uang, emas, atau segala sesuatu yang bersifat keduniaan. Namun, mahar bisa berupa apapun yang bernilai dan diridhai istri selama bukan perkara yang dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Sesuatu yang perlu kalian tahu wahai saudariku, berdasarkan hadits dari Anas yang diriwayatkan oleh Tsabit bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alihi wa sallam</em> bersabda, <em>“Aku belum pernah mendengar seorang wanita pun yang lebih mulia maharnya dari Ummu Sulaim karena maharnya adalah Islam.”</em> (Sunan Nasa’i VI/114).</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> juga melarang kita untuk bermahal-mahal dalam mahar, diantaranya dalam sabda beliau adalah: <em>“Di antara kebaikan wanita ialah memudahkan maharnya dan memudahkan rahimnya.”</em> (HR. Ahmad) dan <em>“Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya.”</em> (HR. Abu Dawud)</p>
<p>Demikianlah saudariku muslimah…<br />
Semoga kisah ini menjadi sesuatu yang berarti dalam kehidupan kita dan menjadi jalan untuk meluruskan pandangan kita yang mungkin keliru dalam memaknai mahar. Selain itu, semoga kisah ini menjadi salah satu motivator kita untuk lebih konsisten dengan keislaman kita. <em>Wallahu Waliyyuttaufiq</em>.</p>
<p>Maraji: <em></em></p>
<ol>
<li><em>Panduan Lengkap Nikah dari “A” sampai “Z”</em> (Abu Hafsh Usamah bin Kamal bin ‘Abdir Razzaq),</li>
<li><em>Wanita-wanita Teladan Di masa Rasulullah </em><em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> (Mahmud Mahdi Al Istanbuli dan Musthafa Abu An Nashr Asy Syalabi)</li>
</ol>
<p>***</p>
<p>Artikel <a title="Kisah Mahar Mulia" href="http://muslimah.or.id/nasihat-untuk-muslimah/kisah-mahar-paling-mulia.html">www.muslimah.or.id</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukhtiyannah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukhtiyannah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukhtiyannah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukhtiyannah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ukhtiyannah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ukhtiyannah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ukhtiyannah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ukhtiyannah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukhtiyannah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukhtiyannah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukhtiyannah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukhtiyannah.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukhtiyannah.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukhtiyannah.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiyannah.wordpress.com&amp;blog=4936304&amp;post=8&amp;subd=ukhtiyannah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukhtiyannah.wordpress.com/2008/09/22/mahar-paling-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e2a265d17c3569f1e1579f93f0f3f3e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Zahra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>make up muslimah</title>
		<link>http://ukhtiyannah.wordpress.com/2008/09/22/make-up-muslimah/</link>
		<comments>http://ukhtiyannah.wordpress.com/2008/09/22/make-up-muslimah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Sep 2008 06:55:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Yannah Falihah Salsabila</dc:creator>
				<category><![CDATA[kosmetika muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[kosmetik]]></category>
		<category><![CDATA[muslimah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ukhtiyannah.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Kecantikan seorang wanita kadang lebih terpancarkan dengan adanya make up. Demikian pula bagi muslimah. Tapi, terkadang kita salah memilih make-up, sehingga bukan kelembutan dan keindahan wajah yang didapat, melainkan justru wajah yang kasar dan rusak. Oleh karenanya, kita sebagai muslimah harus pandai-pandai memilih dan  memilah kosmetik agar membuat wajah kita indah dan sehat. Beberapa pakar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiyannah.wordpress.com&amp;blog=4936304&amp;post=3&amp;subd=ukhtiyannah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ukhtiyannah.files.wordpress.com/2008/09/akhwat-nippon.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-4" title="akhwat-nippon" src="http://ukhtiyannah.files.wordpress.com/2008/09/akhwat-nippon.jpg?w=300&#038;h=246" alt="" width="300" height="246" /></a>Kecantikan seorang wanita kadang lebih terpancarkan dengan adanya make up. Demikian pula bagi muslimah. Tapi, terkadang kita salah memilih make-up, sehingga bukan kelembutan dan keindahan wajah yang didapat, melainkan justru wajah yang kasar dan rusak. Oleh karenanya, kita sebagai muslimah harus pandai-pandai memilih dan  memilah kosmetik agar membuat wajah kita indah dan sehat. Beberapa pakar merekomendasikan make up yang aman dipakai oleh seorang muslimah, <span id="more-3"></span></p>
<p>di antaranya:</p>
<p>1. Jadikanlah ghadzul bashar (menundukkan pandangan) sebagai hiasan kedua mata, niscaya akan semakin bening dan jernih.</p>
<p>2. Oleskan &#8220;lipstik kejujuran&#8221; pada bibir anda, niscaya akan semakin manis.</p>
<p>3. Gunakanlah &#8220;pemerah pipi&#8221; anda dengan kosmetika yang terbuat dari rasa malu yang dijual di salon iman.</p>
<p>4. Pakailah &#8220;sabun istighfar&#8221; untuk menghilangkan semua dosa dan kesalahan yang anda lakukan.</p>
<p>5. Rawatlah rambut anda dengan jilbab sesuai syari&#8217;at yang akan menghilangkan ketombe pandangan laki-laki asing yang membahayakan.</p>
<p>6. Pakailah &#8220;giwang kesopanan&#8221; pada dua buah telinga anda.</p>
<p>7. Hiasilah kedua tangan anda dengan tawadhu&#8217; dan jari-jari anda dengan cincin persahabatan.</p>
<p>8. Sebaik-baik kalung yang anda pakai adalah &#8220;kalung kesucian&#8221;.</p>
<p>9. Bedakilah wajahmu dengan &#8220;air wudhu&#8221; niscaya akan bercahaya di akhirat.</p>
<p>Itulah beberapa kosmetika yang direkomendasikan oleh &#8220;ahli kecantikan dunia-akhirat&#8221;. Selamat mencoba&#8230;..!!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ukhtiyannah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ukhtiyannah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ukhtiyannah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ukhtiyannah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ukhtiyannah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ukhtiyannah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ukhtiyannah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ukhtiyannah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ukhtiyannah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ukhtiyannah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ukhtiyannah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ukhtiyannah.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ukhtiyannah.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ukhtiyannah.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ukhtiyannah.wordpress.com&amp;blog=4936304&amp;post=3&amp;subd=ukhtiyannah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ukhtiyannah.wordpress.com/2008/09/22/make-up-muslimah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e2a265d17c3569f1e1579f93f0f3f3e?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Zahra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ukhtiyannah.files.wordpress.com/2008/09/akhwat-nippon.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">akhwat-nippon</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
